Kamis, 10 Januari 2013

tarombo


 Toga Sinaga

Seperti dipercaya bahwa cikal bakal suku batak berasal dari sianjur mula-mula dipusuk buhit di jajaran 
pegunungan bukit barisan yang memeluk danau toba nan indah yaitu si raja batak berasal.

Ibu si raja batak adalah si boru deak parujar yang diperintahkan dewa tertinggi Debata mulajadi nabolon turun ke bumi.

Si raja batak mempunyai dua orang putera yaitu:
1. Guru Tatea Bulan
2. Raja Isombaon

Guru Tatea Bula dengan istrinya Si Boru Baso Burning mempunyai lima orang putera:
1. Raja Biak-biak
2. Tuan Saribu Raja
3. Limbong Mulana
4. Sagala Raja
5. Malau Raja

Dan empat orang puteri:
1. si Boru Pareme
2. Si Boru Antting Sabungan
3. Si Boru Biding Laut
4. Si Boru Nan tinjo

Sedaang raja Isumbaon mempunyai tiga orang Putera:
1. Tuan Sorimangaraja
2. Raja Asi-asi
3. Sangkar Somarlindong

semua keturunan si Raja Batak dapat di bagi kedalam dua golongan besar yaitu turunan Guru Tatea Bulan atau golongan Bulan (kelompok pemberi puteri=pangalapan boru hula-hula) dan keturunan Raja Isumbaon atau golongan Matahari kelompok Boru karena Tuan Sorimangaraja mempersunting dua orang puteri Guru Tatea Bulan

Kedua golongan ini yaitu golongan Bulan dan Matahari digambarkan didalam bendera Batak (bendera Sisingamangara) dengan gambar bulan dan matahari.

Kepada kedua Puteranya Si Raja Batak mewariskan masing-masig satu set buku. Kepada Guru Tatea Bulan Si Raja Batak mewariskaan surat Agong yang berisikan ilmu kedatuan (hadatuan), ilmu kewiraan (Habeguan), ilmu silat(Parmonsahon), ilmu kesaktian(Pangaliluan)

sedangkan kepada Si Raja Isombaon Si Raja Batak Mewariskan Surat Tombaga Holing berisikan ilmu Ketatanegaraan (ruhut-ruhut ni harajaon), Hukum peradilan ( Parahuman), ilmu pertanian (Parhaumaon, ilmu perekonomian & Perniagaan (pertiga-tigaan), seni ukir (panggorgaon.

Putera Sulung Tatea Bulan Si Raja Biak-Biak pergi meninggalkan tanah kelahiranya Si Anjur Mula-mula menuju Tanah Aceh Sehingga didak diketahui keturunannya. Dari putera kedua yaitu Tuan Saribu Raja, Guru Tatea Bulan memperoleh dua orang cucu yaitu:
1. Si Raja Lontung: hasil perkawinannya dengan Boru Pareme
2. Si Raja Bor-bor: hasil perkawinannya denga Nai Mangiring Laut

selanjutnya si Raja Lontung mempunyai tuuh orang putera:
1.Toga Sinaga
1.Toga Situmorang
3.Toga Pandiangan
4.Toga Nainggolan
5.Toga Simatupang
6. Toga Aritonang
&.Toga Siregar

Dan puteranya yang kawin dengan marga Sihombing dan Simamora. Putera Pertama Si Raja Lontung yaitu Sinaga mempunyai 3 orang putera:
1.Si Raja Bonor
2.Si RAja Ompu Ratus
Si Raja Uruk

Dan masing-masing puteranya ini mempunyai 3 putera orang:
1.Raja Pande
2.Tiang Nitanga
3 Suhut Ni Huta

Si Raja Ompu Ratus Berputera:
1.siratus
2.Sitinggi
3.Siongko

Si Raja Uruk berputera:
1.Sihatahutan
2.Sibarita
3.Datuhurung

Salah satu keturunan Toga Sinaga yang terkenal adalah Ompu Palti Raja Keturunan SI Raja Bonor.
dari ketiga Putera Toga Sinaga dan sembilan cucunya maka dikenallah Toga sinaga dengan Sebutan : SITOLU OMPU SI SIA AMA.




SITOLU OMPU SI SIA AMA

Seiring dengan berlalunya waktu, keturunan Toga Sinaga kemudian menyebar ke Desa na ualu dari si Anjur mula-mula kedelapan penjuru angin.

Di pulau samosir keturunan Toga Sinaga berdiam di Palioi, Huta Toguan, Urat dan lain-lain. ke selatan turunannya meyeberang Danau Toba berdiam di Balige dan Humbang.

Di daerah Pangaribuan di mana terdapat tempat bernama Lumban Sinaga Ompu Palti Raja pernah menunjukkan kesaktiannya dan terkenal dengan " Batu Sobongnya"

Selanjutnya melalui Tarutung , Turunan Toga Sinaga menyusuri sungai Surulla sampai ke Sipirok dan Angkola.

Ke Barat mendaki pegunungan Bukit Barisan sampai ke tanah Dairi, Pakpak. Di daerah Pakpak berdiam marga Banjerang dari marga Simanjorang keturunan Sinaga Uruk. Dari tanah Dairi kemudian turun ke Sibolga, ke Barus, dan Kelasan.

Ke Utara malalui Tongging, Haranggaol menyebarangi tao Silaahi, keturunan Toga Sinaga sampai ke tanah Karo dan terus ke tanah Alas Gayo.

Di tanah Karo kemudian beasimilasi dengan marga-marga yang ada di sana dan akhirnya menjadi cabang dari marga induk yaitu marga Parangin-angin yang terdiri dari marga-marga :

1. Banjerang (dari Simanjorang)
2. Sinurat (dari kata sian Urat)
3. Bangun
4. Namoaji
5. Sukatendel
6. Kutabulluh
7. Singarimbun
U. Uwir
9. Sebayag
10.Pencawan
11.Perbesi
12.Mano
13.Ulujandi
14.Panggarus
15.Laksa
16.Keliat
17.Kecinabun
18.Pinem

Di antar marga-marga ini beberapa diantaranya sudah saling kawin seperti Sebayang dengan marga-marga lainya dalam marga induk

Di tanah Alas Gayo keturunan Toga Sinaga pun terdapat disanan dikenal dengan belah Sinago artinya marga Sinaga sebab marga dalam bahasa alas Gayo adalah belah.

Ke Timur turunan Toga Sinaga Melalui Toga Ras, Parapat, dan desa-desa di seanjang pesisir tepian Danau Toba naik sampai ke tanah Simalungun. Di tanah Simalungun turunan Toga Sinaga bahkan menjadi salah satu Raja di antara Raja Berempat yaitu:

- Raja Sinaga berpusat di Pematang Tanah Jawa
- Raja Purba berpusat di Pematang Purba
- Raja Saragih berpusat di Pematang Raya
- Raja Damanik berpusat di Pematang Siantar

Di tanah Simalungun tediri dari :

1. Sinaga Sipayung
2. Sinaga Sihaloho
3. Sinaga Sitepu
4. Sinaga Dadihoyong

Kenapa dapat terbagi demikian ?
Konon karena empatmarga yang di akui di Tanah Simalungun sesuai dengan marga Raja berempat yang berkuasa, maka setiap marga kecuai dari empat marga tersebut, yang datang dari Bona Pasogit di Pulau Samosir harus mengakui menjadi marga dari salah satu yang berkuasa tersebut.

Demikianlah turunan Silahi Sambungan masuk ke dalam narga Sinag sehingga timbul marga Sinaga Haloho dan seterusnya.

Melalui Tanah Jawa dan menyusuri Sungai Asahan turunan marga Sinag sampai kepesisir timur pantai Pulau Sumatera di Selat Malaka, di daerah Asahan dan Batubara. Di daerah pesisir ini yang terdiri dari lima suku dan dikepalai eorang Datuk yaitu:

Lima laras, Tanah Datar, Pesisir, LIma Puluh, dan Bona turunan Toga Sinaga pun dengan kepintaran beradaptasi dalam kebiasaan maupun agama, banyak yang menjadi tingkat (kepala kampung) sehingga di kenal pepatah

Bukan Kapak Sembarang Kapak
Kapak Untuk Pembekah Kayu
Bukan Batak Sembarang Batak
Batak Sudah Menjadi Melayu

Demikianlah Turunan Toga Sinaga menyebar kemana angin berhembus, dari Sumatera, Indonesia sampai ke Manca Negara.

Dengan kemahirannya beradaptasi dan berasimilasi serta keluhuran budi dan sufat kepemimpinan. Jadilah turunannya terpandang di banyak bidang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar